Ruang Sosial Bernama Ma'silaga Tedong

Tiap penghujung desember Tana Toraja dan sekitarnya selalu saja semarak dengan acara ritual budaya

Pemulung, Dicaci dan Dipuji

Tiga anak pemulung melintas di depan pusat perbelanjaan Carrefour,
Jalan Pengayoman, Makassar, Sabtu (09/10/2010) sore


Pemulung, Dicaci dan Dipuji

Kota Makassar menjadi surga bagi kaum urban untuk mengais rejeki. Bagi kaum pendatang, Makassar adalah masa depan. Harapan mereka ada di Kota Makassar meski harus bergelut dengan peluh dan hujan yang mendera. Jika tak punya keterampilan yang memadai, memulung pun jadi alternatif pekerjaan. Bagi mereka, sampah adalah ladang rejeki.

Pemulung, kadang dicaci karena penampilan mereka yang dekil, namun kadang juga mereka dipuji karena secara tidak langsung telah membantu menyelamatkan lingkungan dengan memisahkan sampah- sampah plastik.

Selengkapnya :
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/131806/Pemulung_Dicaci_dan_Dipuji

Leave a Reply