Ruang Sosial Bernama Ma'silaga Tedong

Tiap penghujung desember Tana Toraja dan sekitarnya selalu saja semarak dengan acara ritual budaya

Peresmian Wisma Kalla

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan arahan kepada Gubernur Sulsel dan Walikota Makassar pada peresmian Wisma Kalla di Makassar.

Pesona Anjungan Pantai Losari

Anjungan Pantai Losari merupakan tempat favorit menikmati panorama senja bagi warga Makassar dan sekitarnya.

Tourist Bali

Seorang wisatan asing menikmati deburan ombak Pantai Kuta, Bali

BERITA FOTO : Menikmati Alam Bantimurung




Pengunjung Wisata Permandian Alam Bantimurung memotret rekannya, Sabtu (18/09/2010). Taman Nasional Bantimurung di Kabupaten Maros merupakan wisata alam yang paling membanggakan masyarakat Sulawesi Selatan.


Selengkapnya :
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/128491/FOTO-WARGA-Menikmati-Alam-Bantimurung






Hajja Jaminang (60) menunggu pengunjung yang akan menyewa ban miliknya, di Wisata Permandian Alam Bantimurung, Kab. Maros, Sabtu (18/09/2010).


Selengkapnya :
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/128494/Jaminang-Nenek-Penyedia-Jasa-Sewa-Ban-di-Bantimurung

BERITA FOTO : Warga Makassar Semangat Penghijauan

Seorang warga menyiram pohon yang ditanamnya di Jalan Pengayoman, Makassar, Kamis (30/9/2010) sore. Aktivitas warga ini layak ditiru warga lainnya agar gerakan menanam sejuta pohon dibarengi dengan pemeliharaan. Sudah banyak contoh, pohon yang ditanam dibiarkan mati dan layu karena tidak dipelihara


Selengkapnya :
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/130343/FOTO-CITIZEN-Warga-Makassar-Semangat-Penghijauan

Mengenang Kejayaan Gowa di Benteng Somba Opu

Sisa-sisa Benteng Somba Opu


Mengenang Kejayaan Gowa di Benteng Somba Opu

Kini Sungai Jeneberang tidak lagi bisa dilewati karena telah dipenuhi eceng gondok. Pada awal abad ke-16 sungai ini menjadi jalur lalu lintas perdagangan, perahu dapat melewati sungai ini dari Pantai Losari.

Benteng Somba Opu pada awal abad ke-16 atas usaha raja Gowa ke-9 Karaeng Tumapakrisi Kallonna yang kemudian di lanjutkan oleh Karaeng Tunipallagga Ulaweng.


Benteng Somba Opu mulai dipersenjatai meriam-meriam berkaliber besar pada setiap sudut benteng. Secara arkeologis bentuk benteng belum diketahui, ini dikarenakan sebagian dindingnya belum teridentifikasi.

Berbagai penggalian telah dilakukan untuk mengungkap keberadaan dinding tersebut. Di dalam Benteng Somba Opu terdapat istana Raja, rumah para bangsawan, pembesar dan pegawai-pegawai kerajaan yang dikelilingi oleh tembok.

Benteng Somba Opu memiliki luas 113:590 m2 dan terletak di Desa Sapiria, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Di kawasan Benteng Somba Opu juga terdapat rumah adat dari berbagai Kota/Kabupaten di Sulawesi Selatan.

Selengkapnya :
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/129287/CITIZEN-REPORTER-Mengenang-Kejayaan-Gowa-di-Benteng-Somba-Opu

Parkir di Unhas, Bayarnya Sukarela

Seorang pengendara motor memberikan uang kepada juru parkir di Unhas, Selasa (22/9) pagi.
Tidak ada tarif parkir di Unhas, hanya saja jika ada yang memberi itu bersifat sukarela.


Parkir di Unhas, Bayarnya Sukarela

Parkir di dalam Kampus Unhas berbeda dengan parkir di tempat lain. Di Unhas, seorang pengendara bebas menggunakan tempat parkir. Soal biaya parkir, pengendara boleh membayar, boleh juga tidak. Besarnya bayaran terserah dari keinginan pengendara itu. Jadi pembayarannya sukarela alias sesuai keikhlasan pengendara.


Selengkapnya :
http://tribun-timur.com/read/artikel/129062/Parkir-di-Unhas-Bayarnya-Sukarela

Mahasiswa Komunikasi Unhas Lauching 5 Film

Suasana pemutaran film di Ruang B2, FISIP Unhas, Rabu (29/09/2010)


Mahasiswa Komunikasi Unhas Lauching 5 Film

Klub Kine dan Fotografi (KIFO), Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Hasanuddin launching lima Film hasil dari Indie Movie Class (IMC), pada hari Rabu (29/9), di Ruang B2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas.

Adapun Film Indie yang akan di Launching adalah Versus, Retak, The Way "Life About Choce", Antara Dyah Yang Tiada, dan Maya "Karena Nyata Lebih Indah Daripada Maya".

Ketua Panitia IMC, Maydelin Tandipuang, menjelaskan tujuan dari kegiatan ini selain memenuhi salah satu program kerja KIFO, juga sebagai sarana pengembangan kreatifitas khususnya dunia perfilman.

Senada dengan itu, Siti Mayasari Pakaya (Anggota KIFO), berharap semoga melalui kegiatan ini dapat menampung dan menyalurkan bakat mahasiswa dalam bidang film, khususnya film indie.

Launching Film ini merupakan hasil dari pelatihan IMC yang diadakan beberapa bulan lalu. Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, yang diisi dengan beberapa materi mengenai dunia perfilm dan dibawakan oleh beberapa pemateri diantaranya Rusmin Nuryadin (Sutrada Film Indie "Cindolo Na Tape"), Arfan Sabran (Sutradara Film Dokumenter "Suster Apung"), dan beberapa pemateri jebolan KIFO.

Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi, Drs Sudirman Karnay, M.Si menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa Komunikasi. "Kegiatan positif seperti ini memang menjadi prioritas bagi mahasiswa komunikasi". Ungkapnya saat ditemui di Jurusan Ilmu Komunikasi.


Selengkapnya :
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/130010/CITIZEN-REPORTER-Mahasiswa-Komunikasi-Unhas-Lauching-5-Film

Perlu Ada Komisi Informasi Sulsel

Suasana Diskusi di Cafe Marasa, Makassar


Perlu Ada Komisi Informasi Sulsel

Lembaga Pendidikan Rakyat Anti Korupsi (PeRAK Institute) bekerja sama dengan Indonesia Corruption Watch (ICW) Jakarta, melaksanakan Focus Group Discussion. Diskusi ini bertema "Mendorong Pembentukan Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Selatan yang Baik dan Transparan", yang diadakan di Warkop Marasa, Jl Hertasning Makassar, Selasa (22/9/2010).
Diskusi bertujuan menggali sebanyak mungkin gagasan dari peserta Focus Group Discussion dalam rangka pengawalan pembentukan Komisi Informasi Provinsi Sulsel. Ini karena posisi Komisi Informasi sangat strategis sebagaimana amanah UU No.14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Hadir sebagai peserta FGD, Prof Sadly AD MPA, Dr Iqbal Sultan MSi (Tim Seleksi), Nasrullah Nara (PJI Sulsel), Mardiana Rusli (AJI Makassar), Nasrullah Arsyad (Anggota Komisi A DPRD Prov. Sulsel), dan beberapa peserta dari LBH Makassar.

Intisari pertemuan antara lain; Hindari meloloskan calon yang punya keterkaitan dengan partai politik demi menghindari konflik kepentingan; Calon yang diloloskan adalah berwawasan luas, termasuk memahami UU Pers dan UU Penyiaran; Penentuan kelulusan tidak terjebak pada aspek keterwakilan organisasi, profesi, dan jenis kelamin.


Selengkapnya :
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/129115/CITIZEN-REPORTER-Perlu-Ada-Komisi-Informasi-Sulsel

Acho Si Bocah Pengecer Koran

Junaedi Ade Putra (10) berjalan sembari menawarkan koran di koridor
Kampus Unhas, Rabu (01/09/2010)



Acho Si Bocah Pengecer Koran


PAGI itu mentari sibuk memberikan sinar hangatnya, awan ikut membantu mengatur melodi sinar-sinarnya, angin pun ikut bercengkrama bersamanya. Dari kejauhan di ujung sebuah koridor di Unhas, tampak berjalan seorang bocah dengan rangselnya yang besar sembari menenteng beberapa koran.

Satu demi satu mahasiswa yang duduk ia tawari koran, " Koran kak.., koran kak...!!!" suaranya lantang. Junaedi Ade Putra (10), itulah nama lengkapnya. Begitulah hari-hari yang dilalui oleh anak ke-2 dari enam bersaudara ini. Acho, nama sapaannya, ia tampak bugar dan tidak pernah mengeluh setiap hari. Bahkan tanpa lelah, ia harus berjuang sendirian mengelilingi koridor demi koridor yang ada di kampus merah itu untuk menjual koran.

Keinginannya bersekolah seperti anak-anak di usianya harus ia kubur dalam-dalam. Orang tuanya tidak mampu membiayai sekolahnya.

Ia paling pantang membuka kedua telapak tangannya untuk meminta uang, dan ini ia buktikan dengan menjual koran yang seharinya hanya mendapatkan upah Rp20.000 per hari. Itu pun kalau koran yang ia jual semuanya laku.

Selengkapnya :
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/125977/Acho-Si-Bocah-Pengecer-Koran